Rabu, 25 Oktober 2017

Postingan Kosong Melongpong

       Entahlah setiap hendak memulis saya selalu diserang kantuk. Apalagi jika ide yang sebelumnya berkelebat tak segera ketangkap. Kalau sudah begini kembali saya merana, Rasanya hidup terasa rugi jika cita-cita yang senantiasa didambakan kerapkali terjegal gara-gara kantuk. Maksudnya dunia menulis jangan ditinggalkan begitu saja.
       Duh, tersiksa lagi. Sementara mulut saya terus menguap, menguar bau tak sedap. Persis bau tak sedap itu seperti yang sering terkuar dari mulutnya si dungdung --kucing peliharaan saya. Bedanya mulut kucing menguap bukanlah menandakan kantuk berat, melainkan simbol kesenangan dan gembira. Buktinya jika ia diajak ngomong, disanjung dan dielus pasti mulutnya akan menguap, menguar bau tak sedap. Memang tak aneh sebab ia tak minum kopi, sementara yang dimakannya macam ikan atau bangsa tikus mentah.
       Bagaimana dari mulut manusia macam saya sampai juga menguar bau tak sedap, apa karena suka makan ikan dan tikus yang mentah pulakah? Memang tidak makan tikus mentah, tapi manusia kadang hidupnya serakah melebihi tikus. Contohnya makan ayam, makan kambing, makan sapi, macam tumbuhan, dan bahkan kadang makan sesamanya. Makan sesamanya bukan berarti memakan tubuhnya, melainkan makan hak orang lain. Makanan tersebut tentu untuk memenuhi permintaan angkara tubuhnya. Karena itu tak berlebihan jika manusia tersebut bisa juga disebut makan sesamanya. Kanibalisme macam ini tak pernah hilang sejak dulu.

     Aduh ngantuk.....
         Tapi bagaimana ya sementara postingan ini masih tetap kosong melongpong. Apa perlu minum kopi?
         Memang sepertinya perlu.
         Namun untuk saat ini kurang yakin, sebab perut ini sudah terlalu kenyang kopi. Ya sejak niatan yang pertama sebelumnya. Niat menulis tapi makan dulu sebelum kemudian ngopi. Celakanya kopi yang disebuh tadi terlalu manis dan saya telah makan daging ayam sayur sekenyangnya. Mungkin karena lemak dan kadar gula yang tinggi tersebutlah yang membuat saya ngantuk berat.

Ini memang aneh dengan masalah ngopi, kalau orang lain katanya jika ngopi akan sulit tidur.  Minum kopi menimbulkan insomania. Kok saya tidak, tetap saja ngantuk. Memang waktu minumnya tak ngantuk karena yang diminum itu airnya panas atau setidaknya hangat. lagi pula kata orang minum kopi sambil ngantuk tak akan bener, air dari gelas itu akan berceceran.   
     
Demikianlah keluh lelaki itu dalam status fb terbarunya.
"Kalau sudah begini, haruskah saya pergi ke tempat wingit atau angker?"
Tiba-tiba ia teringat pada pengalaman Eyangnya, di mana dalam menjalani masa-masa melek dan miskin kopi, lantas pergi ke tempat yang diduga angker. Upaya itu dilakukannya bukan untuk menantang terhadap mahluk halus, tapi lebih kepada pembangkitkan dirinya yang seolah terbenam ke tanah.

Eyang pun pergi ke mulut goa yang berlokasi di tepi sungai. Sengaja ia pilih tempat itu. Tempat yang tak sekadar sepi, melainkan juga basah. Namun setelah beberapa menit berdiri mematung di muut goa tersebut reaksi seram yang diinginkannya itu tak juga datang. Jangankan aroma mistis yang kental, untuk sekadar suara jangkrik pun ia tak mendengarnya. Padahal ia sangat berharap. Misal kemunculan penampakan kendati dalam bentuk kelebat. Atau seandainya jika mahluk halus tersebut merasa malu setidaknya mendengar suaranya. Misal suara tawa meringkik perempuan,   kuntilanak atau sejenisnya.

Apakah semacam dupa diperlukan untuk mengundangnya?
Meski bukanlah merupakan syarat utama untuk bertemu dengan mahluk halus, eyang pun hendak pulang dulu untuk mencarikan kemenyan. Siapa tahu dengan sedikit ritual penghuni goa dapat muncul atas panggilannya.

Namun baru saja beberapa langkah dari mulut goa seorang mahluk yang tampak buta menghalangi langkahnya.
"Kau kah yang kucari-cari malam ini?" tanya eyang dengan suara menggeram.
Mahluk yang dikira buta itu seketika tersentak ketakutan. Secepat kilat membalikan tubuhnya sebelum kemudian lari terkangkang seray terkencing-kencing. Setelah menggantikan celananya di kamar mandi, lelaki itu kembali ke tempat yang semula dimana ia diserang kantuk berat.

Dengan begitu barulah ide liar pun keluar.
      

Tidak ada komentar:

Popular Posts

Blogroll