Minggu, 18 Juni 2017

Menjadi Maling

Cerpen: Otang K.Baddy (Radar Surabaya, Minggu 18 Juni 2017)
 
SEKETIKA suara-suara umpatan; maling, anjing, babi, dan bahkan mengharuskanku sampai di neraka jahanam itu, melenyap. Seiring dengan kepuasannya, mereka membubarkan diri dan mungkin pulang ke rumahnya masing-masing. Sementara beberapa wanita tampak saling berbisik dan membuang muka. Mereka menampakan kengerian, bukan lebih pada kepuasan dan kegemasan seperti orang-orang sebelumnya.

Rabu, 22 Maret 2017

Perburuan Malam Perbukitan


Cerpen Otang K.Baddy (Pikiran Rakyat 22 September 2013)
Setelah semuanya merasa sakit dengan gigitannya, lalu mereka membuang pentungan kayu dan meletakan senjata lainnya yang semula niat perang. Ini bukan mimpi, sungguh, ini suatu kenyataan!, bisik mereka. Makanya, mari

Selasa, 21 Maret 2017

Pesan Diw



 Cerpen: Otang K.Baddy (Tribun Jabar 19 Maret 2017)


      Sebenarnya di dunia ini tak ada yang samar dan tersembunyi selain hanyalah kebodohan dan kemalasan yang membuat berserah diri, demikianlah istri saya berfilsafat. Wualah,  ngomong apa kamu ini, Diw.  Mau sok filsuf, ijazah saja masih dipertanyakan. Kendati mungkin hoaxs  istri saya layak diperbimbangkan, saya lipat dulu. Kemudian bertolak ke sesi yang baru dengan nuansa yang eksotis.  Yakni wanita yang tiba-tiba hadir  melibas istri yang

Sabtu, 11 Maret 2017

Kegelapan Laknat

Cerpen Otang K.Baddy (Harian Waktu 10 Maret 2017)


Ia memang  lelaki seperti malam gelap. Menggulita dalam mendung pekat.  Legam melebihi arang yang dikubur di kedalaman goa dalam suasana malam gerimis. Tepatnya seribu gumpal kegelapan, kepekatan dan kelegaman tanpa banding untuk menandingi kehidupan singgasana yang maha gelap.
        “Gelap, pekat...!” teriaknya sesak dan serak.

Rabu, 22 Februari 2017

Pisau

Cerpen Otang K.Baddy (Pikitan Rakyat 15 Desenber 2013)



     Sebagai pengemban amarah, yang kerap tertawa dan bersorak jika dalam kemenangan. Menjerit bak tersengat bara api sebelum kemudian menguap jika dalam kekalahan, selayaknya kau tetap aku perangi. sebab kamu ini telah jadi musuh nyataku!

Rabu, 15 Februari 2017

Getih Nu Busrat Basret

Carpon Otang K.Baddy ( Majalah Mangle  No. 2615/ 9-15 Februari 2017)
   Isuk-isuk guyur, nyi Yuyun jadi korban rajapati. Getih busrat-basret di jero imahna. Tapi aneh di sakujur awakna taya raheut tapak bedog atawa balati. Saupama lin manusa nu nelasana, upamana sato galak,  taya tapak huntu atawa kuku urut nyoco. Budak parawan nu masih sakola SMP kelas tilu teh tilar dina kayaan guyang getih.
      “Sanes aya nu mergasa, si nyai teh utah getih,” Ni Cicih indungna Yuyun, carinakdak ngomong dumreda ka nu anyar daratang ngalayad.
      “Wayah kumaha kasorangna?” tanya nu pangdeukeutna sasat

Popular Posts

Blogroll