Entahlah setiap hendak memulis saya selalu diserang kantuk. Apalagi jika ide yang sebelumnya berkelebat tak segera ketangkap. Kalau sudah begini kembali saya merana, Rasanya hidup terasa rugi jika cita-cita yang senantiasa didambakan kerapkali terjegal gara-gara kantuk. Maksudnya dunia menulis jangan ditinggalkan begitu saja.
Rabu, 25 Oktober 2017
Semarak Pesta Malam Perbukitan
Cerpen: Otang K.Baddy (Kabar Priangan 29 Agustus 2012)
MUNGKIN orang-orang dalam goa tak tahu kisah apa yang tengah terjadi di luar sana. Apakah keresahan, caci-maki, mual-mual, ataukah sebuah protes? Jika mau menjawabnya tentu akan menyebut, tidak! Sebab suasana di luar goa tak sekedar aman dan terkendali, melainkan penuh kesenangan tiada tara.
MUNGKIN orang-orang dalam goa tak tahu kisah apa yang tengah terjadi di luar sana. Apakah keresahan, caci-maki, mual-mual, ataukah sebuah protes? Jika mau menjawabnya tentu akan menyebut, tidak! Sebab suasana di luar goa tak sekedar aman dan terkendali, melainkan penuh kesenangan tiada tara.
Minggu, 18 Juni 2017
Menjadi Maling
SEKETIKA suara-suara umpatan; maling,
anjing, babi, dan bahkan mengharuskanku sampai di neraka jahanam itu, melenyap.
Seiring dengan kepuasannya, mereka membubarkan diri dan mungkin pulang ke
rumahnya masing-masing. Sementara beberapa wanita tampak saling berbisik dan
membuang muka. Mereka menampakan kengerian, bukan lebih pada kepuasan dan
kegemasan seperti orang-orang sebelumnya.
Rabu, 22 Maret 2017
Selasa, 21 Maret 2017
Pesan Diw
Cerpen: Otang K.Baddy (Tribun Jabar 19 Maret 2017)
Sebenarnya di dunia ini tak
ada yang samar dan tersembunyi selain hanyalah kebodohan dan kemalasan yang membuat
berserah diri, demikianlah istri saya berfilsafat. Wualah,
ngomong apa kamu ini, Diw. Mau
sok filsuf, ijazah saja masih dipertanyakan. Kendati mungkin hoaxs istri saya layak diperbimbangkan, saya lipat
dulu. Kemudian bertolak ke sesi yang baru dengan nuansa yang eksotis. Yakni wanita yang tiba-tiba hadir melibas
istri yang
Sabtu, 11 Maret 2017
Kegelapan Laknat
Cerpen Otang K.Baddy (Harian Waktu 10 Maret 2017)
Ia memang lelaki seperti malam gelap. Menggulita dalam mendung
pekat. Legam melebihi arang yang dikubur
di kedalaman goa dalam suasana malam gerimis. Tepatnya seribu gumpal kegelapan,
kepekatan dan kelegaman tanpa banding untuk menandingi kehidupan singgasana
yang maha gelap.
“Gelap, pekat...!” teriaknya sesak dan
serak.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Carpon Otang K.Baddy ( Majalah Mangle No. 2615/ 9-15 Februari 2017) Isuk-isuk guyur, nyi Yuyun jadi korban rajapati. Getih busrat-b...
-
Puisi otang k.baddy FENOMENA JALAN BUTUT ( I ) Tak ada yang tahu pasti seberapa jauh ukuran perjalanan itu. Dalam dzikir-dzikir b...
-
(coretan;otang k.baddy) Sungai itu membentang dari arah barat ke timur. Dari barat merupakan hulunya, mengalir ke timur hingga bermuara d...




