Minggu, 26 November 2017

Menulis Pun Perlu Menjaga Stamina

Menulis perlu menjaga stamina, tentu saja.  Karenanya santai saja. Itu prinsif saya. Yang penting menulis dan menulis. Menulis apa yang ketahui menurut kemampuan yang dimiliki. Menulis dan membaca dan menulis lagi dan baca lagi. Sementara lupakan tujuan ingin menjadi terkenal, cukup saja hasrat menulis diterima sebagai kenikmatan tersendiri yang tiada bandingnya di luar tidak menulis sama sekali.

Rabu, 08 November 2017

Hal tak terduga bergondal-gandil

Sungguh banyak hal tak terduga, termasuk kejadian yang saya alami saat ini. Saya katakan peristiwa yang luar biasa dalam sejarah kehidupan saya. Baik sejak zaman tikotok dilebuan sampai masa keramik menyilaukan. Ya, semua tak terduga.

Rabu, 25 Oktober 2017

Postingan Kosong Melongpong

       Entahlah setiap hendak memulis saya selalu diserang kantuk. Apalagi jika ide yang sebelumnya berkelebat tak segera ketangkap. Kalau sudah begini kembali saya merana, Rasanya hidup terasa rugi jika cita-cita yang senantiasa didambakan kerapkali terjegal gara-gara kantuk. Maksudnya dunia menulis jangan ditinggalkan begitu saja.

Semarak Pesta Malam Perbukitan

Cerpen: Otang K.Baddy (Kabar Priangan 29 Agustus 2012)     

      
  MUNGKIN orang-orang dalam goa tak tahu kisah apa yang tengah terjadi di luar sana. Apakah keresahan, caci-maki, mual-mual, ataukah sebuah protes? Jika mau menjawabnya tentu akan menyebut, tidak! Sebab suasana di luar goa tak sekedar aman dan terkendali, melainkan penuh kesenangan tiada tara.

Minggu, 18 Juni 2017

Menjadi Maling

Cerpen: Otang K.Baddy (Radar Surabaya, Minggu 18 Juni 2017)
 
SEKETIKA suara-suara umpatan; maling, anjing, babi, dan bahkan mengharuskanku sampai di neraka jahanam itu, melenyap. Seiring dengan kepuasannya, mereka membubarkan diri dan mungkin pulang ke rumahnya masing-masing. Sementara beberapa wanita tampak saling berbisik dan membuang muka. Mereka menampakan kengerian, bukan lebih pada kepuasan dan kegemasan seperti orang-orang sebelumnya.

Rabu, 22 Maret 2017

Perburuan Malam Perbukitan


Cerpen Otang K.Baddy (Pikiran Rakyat 22 September 2013)
Setelah semuanya merasa sakit dengan gigitannya, lalu mereka membuang pentungan kayu dan meletakan senjata lainnya yang semula niat perang. Ini bukan mimpi, sungguh, ini suatu kenyataan!, bisik mereka. Makanya, mari

Popular Posts

Blogroll