Sabtu, 11 Juni 2016

Santet



      Cerpen Otang K.Baddy (Majalah Kandaga - Kantor Bahasa Provisni Banten 1 Mei 2016)


      Tiba-tiba di  rumah korban itu banyak darah, tapi di tubuh korban tak ada bekas luka, baik luka bekas senjata tajam atau gigitan taring macan. Sama sekali tak ada, sekalipun bekas tusukan jarum, Dan memang korban meninggal yang ini bukan karena dibunuh senjata tajam atau digigit taring macan, melainkan kehabisan darah setelah sebelumnya muntah-muntah. Muntah darah.

Saung Lapang



      Cerpen: Otang K.Baddy (Banjarmasin Post 5 Juni 2016)

      Areal sawah tadah hujan tepi jalan desa itu kini tampak terbengkalai. Pematang-pematang yang kokoh sebelumnya kerap dihiasi jenis kacang, timun dan tanamanya lainnya termasuk umbi kini tampak lenyap tergerus waktu. Warga tani, termasuk saya, sudah lama meninggalkan tanah garapan itu dan berpindah mengolah tanah lain di seputar Markutang, desa tercinta kami. Lahan yang sempat

Selasa, 22 Maret 2016

Suara Burung Berkoak

Cerpen Otang K.Baddy (Harian Rakyat Sultra 5 Maret 2016)




Keadaan bisa jadi berubah tanpa kita duga sebelumnya. Tak terkecuali soal Kang Marna, kakakku satu-satunya. Banyak yang menyayangkan atas sikapnya yang melenceng dari harapan ayah dan juga masyarakat dusun Barkah sebelumnya.
       “Dengan ketekunan Sumarna nimba ilmu di pesantren, diharap kelak dapat mewariskan ilmunya pada anak-anak kita,” begitu diantaranya harapan

Senin, 07 Maret 2016

Tikus Margarong

Cerpen Otang K.Baddy (Pikiran Rakyat, 14 Februari 2016)

       Semua indera mereka tiba-tiba terasah tajam. Mencium, mengendap, sebelum kemudian serentak berlari menyerbu sasaran.
       "Tangkaaap....Gebuuuk...!"
       "Bunuh........Bakaaar..!"

Minggu, 21 Februari 2016

Pencari Lidi

Cerpen: Otang K.Baddy (Suara Karya 20 Februari 2016)


        Perempuan itu kini sudah tak melihat lagi tupai berloncatan di kebun kelapa miliknya. Semua itu bukan karena rabun di matanya, melainkan hewan serupa tikus yang kerap bersuara 'cidotdot. cisotdot' di pelapah kelapa itu memang kini telah musnah. Habis kikis diburu orang bak serangan perang. Sebab di jaman serba rakus ini sudah tak lagi hewan ditabukan, semua bak santapan gurih yang bikin ketagihan. Ya, ya, persoalannya bukan itu.. Sebenarnya kebun kelapa yang kerap

Rabu, 10 Februari 2016

Update Email Media Untuk Pengiriman Cerpen, Puisi dan Opini Terbaru

Email media untuk pengiriman Cerpen, Puisi dan Opini Tahun 2017

KOMPAS ( Puisi-Cerpen-Esai): opini@kompas.co.id
Pikiran Rakyat:(Cerpen-Puisi): khazanah@pikiran-rakyat.com 
                                        (Opini): opini@pikiran-rakyat.com
BASABASI.CO (Cerpen-Puisi-Esai)gerobaknaskah@basabasi.co 

Popular Posts

Blogroll